Thursday, December 22, 2011

27 persen Pejabat di Pemkot Pontianak Perempuan

Metrotvnews.com, Pontianak: Wali Kota Pontianak
Sutarmidji menyatakan, hingga saat ini sekitar 27 persen pejabat dan
kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah
Kota setempat dari kalangan perempuan.

"Sebenarnya kami tidak
mengenal kuota, tetapi kaum perempuan itu memang berprestasi sehingga
layak menduduki kepala SKPD maupun kepala bagian," kata Sutarmidji
seusai menghadiri peringatan Hari Ibu ke-83 di Pontianak, Kamis
(22/12).

Menurut Sutarmidji, prestasi yang diraih oleh kaum
perempuan juga tidak kalah dibanding kaum laki-laki sehingga tidak ada
salahnya peran perempuan lebih ditingkatkan lagi dalam membangun Kota
Pontianak ke depannya. Bagi istri yang suaminya bekerja dimanapun agar
menunjang dan menopang rumah tangga sehingga terbentuk keluarga yang
sakinah mawahdah warahmah, katanya.

Sementara itu, istri
sekretaris Pemkot Pontianak, Tita Selati Sundari menyatakan, saat ini
sudah banyak kaum perempuan yang menjadi anggota DPRD dan kepala dinas
di lingkungan Pemkot Pontianak. Menurut dia, jangan setelah menjabat,
kaum perempuan malah melupakan kodratnya sebagai ibu rumah tangga dan
seorang istri. Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI
dari daerah pemilihan Kalimantan Barat, Hairiah mengaku prihatin
dengan banyaknya perempuan Indonesia yang seharusnya menjadi agen
perubahan namun kini tersangkut kasus korupsi.

Ia mengatakan,
meskipun setiap orang yang membahas kasus kejahatan harus berpraduga
tidak bersalah, namun sebagai perempuan sekaligus seorang ibu ia
mengaku prihatin dengan banyaknya kasus korupsi di Tanah Air yang kini
para tersangka dan terdakwanya seorang ibu.

Karena menurut dia
sebagai agen perubahan, seorang perempuan hendaknya dapat memberikan
pencitraan yang baik pada anak-anaknya. Perempuan sebagai pembentuk
karakter anak, sebagai tembok untuk mencegah korupsi. Di sisi lain
perempuan juga harus menjadi "pioneer" atau pelopor di luar untuk
aksi-aksi menolak kejahatan.

"Jika perempuan menjadi pelaku
korupsi misalnya terhadap dana kesehatan. Yang merasakan dana hasil
korupsi hanya orang tertentu sementara yang mengakses kesehatan itu
kebanyakan anak-anak dan perempuan maka akan sedikit memperolehnya.
Jadi itu pesan moralnya," katanya mengingatkan.

Ia mengatakan
kaum perempuan umumnya mesti prihatin dengan adanya koruptor. Karena
ada perempuan yang dituduh dan dengan dituduh seperti itu artinya
membangun kesan yang tidak baik. "Ini memang perilaku.Dahulu mungkin
sudah ada, tetapi sekarang lebih banyak," katanya.  (Ant/ICH)

fourth of july|birthright|caroline wozniacki|gina carano|luigi

No comments:

Post a Comment