Friday, April 1, 2011

Jelang Derby Milan - Nerazzurri Ungguli Rossoneri

Milan - Sudah ratusan kali AC Milan dan Inter Milan bertemu di Seri A.
Sejauh ini Inter masih memiliki catatan yang lebih baik dari sang
rival sekota.

Dari catatan statistik, Inter dan Milan tercatat
sudah bertemu sebanyak 175 kali, khusus untuk di Liga Italia saja.
Dari ratusan pertemuan itu, 52 di antaranya berakhir imbang, yang mana
artinya jumlah kemenangan yang muncul --yang diparuh untuk kedua tim--
lebih banyak.

Nerazzurri boleh berbangga hati karena jumlah
kemenangan mereka di Seri A lebih banyak. Inter 64 kali menundukkan
Milan. Sementara, sebaliknya, Rossoneri baru 59 kali bisa mengalahkan
Inter.

Namun, terakhir kali keduanya bertemu, Milan sukses
mengalahkan Inter 1-0. La Beneamata kini tengah dalam posisi mengejar,
tentu tidak mau kekalahan serupa terulang lagi. Hadiahnya sebuah
kemenangan terlalu berharga kali ini: posisi puncak klasemen Seri
A.

"Derby ini selalu menjadi pertandingan yang menarik, entah
itu berkaitan dengan papan klasemen atau tidak, kami selalu bermain
untuk memenanginya," ucap Direktur Teknik Inter Marco
Branca.

Catatan lainnya, Inter juga memenangi tiga pertandingan
dalam lima pertemuan terakhir keduanya di Seri A. Kemenangan terakhir
didapatkan Inter pada 24 Januari 2010, kala mereka menekuk Milan
2-0.

Laga Derby Milan juga pernah menghasilkan skor telak untuk
pemenangnya. Inter tercatat pernah menang 5-0 pada 6 Februari 1910.
Sementara, kemenangan terbesar terakhir mereka terjadi pada 29 Agustus
2009, waktu Il Biscione menang dengan skor 4-0.

Tapi Milan
pernah menghantam Inter dengan skor 8-1 pada 3 Maret 1918. Hasil itu
merupakan skor paling mencolok sepanjang sejarah derby. Terakhir kali
Milan menang dengan skor telak adalah pada 11 Mei 2001, di mana mereka
menang 6-0.
(dtc/roz)

Source:Kompas.com

Jelang Liga Inggris - Liverpool Dihantui Sosok dari Masa Lalu

West Bromwich - Liverpool sedang berusaha keras menembus zona Eropa.
Usaha itu sekarang akan diuji oleh sosok dari masa lalu, yang hijrah
dari Anfield dengan hati terluka.

'Si Merah' saat ini tengah
berada di posisi enam klasemen, satu posisi di bawah zona Eropa.
Namun, selisih Liverpool dari Tottenham Hotspur yang ada di posisi
lima dan punya satu laga lebih banyak, pun terpaut cukup lumayan:
empat poin.

Maka dari itu, Liverpool dituntut untuk terus bisa
memaksimalkan perolehan angkanya guna bisa menembus zona Eropa, atau
bahkan Liga Champions.

Pada pekan ini usaha tersebut akan diuji
dengan melawat ke markas West Bromwich Albion, lawan juga sedang punya
misi mengejar poin sebanyak mungkin kendati dengan alasan berbeda,
yakni menyelamatkan diri dari zona degradasi.

Selain itu, West
Brom juga punya motivasi lain untuk menundukkan Liverpool seiring
dengan keberadaan Roy Hodgson di kursi manajer.

Direkrut
Liverpool pada musim panas lalu, umur Hodgson tidak lama di sana. Pada
8 Januari ia resmi angkat kaki sebelum akhirnya resmi menukangi West
Brom.

"Aku jelas terluka karena sudah cukup lama semenjak aku
tidak mengalami pukulan seperti itu. Ini manusiawi sekali, jadi aku
tidak bisa berbohong dan bilang kalau aku tidak merasa sakit atau
tidak peduli," papar Hodgson di Mirror.

Hati Hodgson niscaya
kian terluka karena merasa sedari awal memang tidak dapat dukungan
dari Liverpudlians yang ia yakini lebih memilih Kenny
Dalgslish--manajer Liverpool saat ini--menukangi klub.

"Fans
jelas-jelas menginginkanku pergi dan orang lain masuk. Semua orang
tahu, aku tidak bisa menunjukkan diriku diinginkan di Liverpool barang
semenit pun."

"Mereka menginginkan orang lain dan itu bikin
hidup jadi lebih berat. Adalah kesialanku berada di sebuah klub di
mana fans sedari awal jelas-jelas ingin manajer lain yang kini sudah
mereka dapatkan," tuturnya.

Hodgson menjadi salah satu kambing
hitam kurang memuaskannya penampilan Liverpool di paruh pertama musim.
Namun, Steven Gerrard dan Jamie Carragher--dua pemain veteran
Liverpool-- bersikeras Hodgson tidak salah sendirian.

Mereka
mengklaim, para pemain memang sudah mengecewakannya dan para bintang,
seperti Fernando Alonso--kini di Chelsea--tampil di bawah
standar.

Hodgson sendiri mengaku kini jauh lebih menikmati
hidup. Mungkin akan lebih terasa nikmat jika nanti mampu membawa West
Brom mampu menundukkan Liverpool.

"Ya, kini aku merasa lebih
menikmatinya karena tidak ada seorang pun yang suka berada di situasi
di mana pekerjaanmu tidaklah dihargai," tegas Hodgson.
(dtc/krs)

Source:Kompas.com

Jelang Derby Milan - Bohong Kalau Bilang Duel Ini Tidak Menentukan

Milan - Clarence Seedorf memandang laga derby Milan antara AC Milan
kontra Inter Milan sebagai pertarungan yang menentukan. Siapa yang
bilang itu bukan laga penting, dipastikan ia berdusta.

Derajat
krusialnya derby Milan sudahn cukup tinggi tanpa ada pertaruhan
capolista. Apalagi, duel yang akan digelar MInggu (3/4/2011) dinihari
WIB itu adalah laga antara tim peringkat satu melawan tim peringkat
dua.

Bila ada sebagian orang yang menganggap bahwa duel Derby
della Madonina ini sebagai pertandingan biasa di Seri A, orang itu
pasti berbohong. Begitu anggap Seedorf.

"Saya bilang, ini
adalah derby yang krusial. Dari segi psikologis, ini duel yang sangat
penting dan siapapun yang bilang sebaliknya itu pembohong," seru
Seedorf seperti yang dikutip La Gazzetta dello Sport.

"Saya
mengatakan itu secara umum saja, bukan untuk menanggapi pernyataan
orang tertentu," tukas gelandang Milan berkebangsaan Belanda
tersebut.

Meski begitu, Seedorf mengakui bahwa pemenang dari
duel itu nanti tidak dijamin bakal tampil sebagai juara Seri A. Tim
yang jadi pecundang masih punya kesempatan buat bangkit.

"Tentu
saja, ini bukanlah akhir dan tidak berarti yang meraih hasil buruk
tidak bisa bangkit. Tapi tidak ada satu pun di antara kami yang ingin
pulang dengan tangan hampa," tegas Seedorf.
(dtc/arp)

Source:Kompas.com

Jelang Derby Milan - Bohong Kalau Bilang Duel Ini Tidak Menentukan

Milan - Clarence Seedorf memandang laga derby Milan antara AC Milan
kontra Inter Milan sebagai pertarungan yang menentukan. Siapa yang
bilang itu bukan laga penting, dipastikan ia berdusta.

Derajat
krusialnya derby Milan sudahn cukup tinggi tanpa ada pertaruhan
capolista. Apalagi, duel yang akan digelar MInggu (3/4/2011) dinihari
WIB itu adalah laga antara tim peringkat satu melawan tim peringkat
dua.

Bila ada sebagian orang yang menganggap bahwa duel Derby
della Madonina ini sebagai pertandingan biasa di Seri A, orang itu
pasti berbohong. Begitu anggap Seedorf.

"Saya bilang, ini
adalah derby yang krusial. Dari segi psikologis, ini duel yang sangat
penting dan siapapun yang bilang sebaliknya itu pembohong," seru
Seedorf seperti yang dikutip La Gazzetta dello Sport.

"Saya
mengatakan itu secara umum saja, bukan untuk menanggapi pernyataan
orang tertentu," tukas gelandang Milan berkebangsaan Belanda
tersebut.

Meski begitu, Seedorf mengakui bahwa pemenang dari
duel itu nanti tidak dijamin bakal tampil sebagai juara Seri A. Tim
yang jadi pecundang masih punya kesempatan buat bangkit.

"Tentu
saja, ini bukanlah akhir dan tidak berarti yang meraih hasil buruk
tidak bisa bangkit. Tapi tidak ada satu pun di antara kami yang ingin
pulang dengan tangan hampa," tegas Seedorf.
(dtc/arp)

Source:Kompas.com

Jelang Derby Milan - Matthaeus Yakin Inter Menang Lalu Juara Seri A

Sofia - Lotthar Matthaes pernah bermain untuk Inter Milan dan mengaku
masih nge-fans dengan Inter. Namun, bukan dengan alasan itulah ia
menjagokan Inter atas AC Milan dalam derby della
Madonnina.

Derby kota Milan yang akan hadir di akhir pekan
bukanlah sebuah duel yang asing-asing amat untuk Matthaeus. Semasa
aktif bermain, ia pernah terlibat di dalamnya dengan membela panji
Nerazzurri.

"Aku adalah Interista sejati. Aku selalu dipenuhi
emosi kapan pun melihat Inter bermain," akunya di ESPN
Star.

Pelatih timnas Bulgaria itu pun kemudian bicara mengenai
derby Milan musim ini, yang bukan tak mungkin bisa berpengaruh besar
ke gelar juara Seri A.

"Siapa yang akan menang? Tentu saja
Inter. Aku bicara bukan sebagai seorang fans, tetapi sebagai seorang
pelatih."

"Kebangkitan mereka saat ini adalah sebuah keuntungan
besar. Performa bagus mereka juga mengatrol kepercayaan diri sekaligus
bikin lawan takut," paparnya.

Matthaeus juga mewanti-wanti agar
Inter tak lantas over pede saat melawan Milan, kendati ia juga tetap
yakin pada akhirnya titel Scudetto akan jadi milik La
Beneamata.

"Terlalu percaya diri itu berbahaya. Tapi saya pikir
Inter akan tetap menang dan meraih Scudetto," lugasnya.
(dtc/krs)

Source:Kompas.com

Stop Kehilangan Poin, Spurs!

London - Tottenham Hotspur terlalu banyak kehilangan poin belakangan
ini, dan itu pun dari tim yang berposisi lebih rendah pula. Kondisi
ini disesali oleh Rafael Van der Vaart yang menyebut, kebiasaan buruk
itu harus berhenti.

Coba tengok catatan berikut: empat laga
terakhir di Premier League dilalui Spurs tanpa pernah menang. Mereka
menorehkan hasil tiga kali imbang dan satu kali kalah. Satu hasil
imbang diraih dari Arsenal, sesama penghuni papan atas, namun hasil
lainnya didapat dari tim-tim yang relatif lebih kecil.

Spurs,
penghuni posisi lima klasemen, takluk 1-3 di tangan Blackpool, yang
duduk di urutan 15. Selanjutnya, mereka ditahan 3-3 oleh Wolverhampton
(posisi 18) dan 0-0 oleh West Ham United (posisi 17). Spurs hanya
berhasil memetik dua poin dari ketiganya.

Mengingat ambisi
mereka untuk bisa kembali bermain di Liga Champions musim depan,
kehilangan poin dari tim yang lebih kecil harus dihentikan. Namun,
anehnya, mereka tak pernah memiliki masalah ketika bermain melawan
sesama tim papan atas.

"Tottenham masih dalam proses
berkembang. Dalam tiga pertandingan terakhir melawan Blackpool, Wolves
dan West Ham, kami hanya mendapatkan dua poin," ujar Van der Vaart di
Daily Mail.

"Namun, seharusnya kami bisa mendapatkan sembilan
poin, dan itu adalah sebuah kebodohan. Kami bermain dengan baik
melawan klub-klub yang lebih besar, tapi kacau ketika melawan
klub-klub yang lebih kecil."

Akhir pekan ini, Sabtu (2/4/2011),
Spurs akan kembali menghadapi klub yang berposisi lebih rendah: Wigan
Athletic (posisi 20). Akankah The Lilywhites kehilangan poin lagi?
Atau malah ini justru awal dari sebuah perbaikan.
(dtc/roz)

Source:Kompas.com

Jelang Derby Milan - Matthaeus Yakin Inter Menang Lalu Juara Seri A

Sofia - Lotthar Matthaes pernah bermain untuk Inter Milan dan mengaku
masih nge-fans dengan Inter. Namun, bukan dengan alasan itulah ia
menjagokan Inter atas AC Milan dalam derby della
Madonnina.

Derby kota Milan yang akan hadir di akhir pekan
bukanlah sebuah duel yang asing-asing amat untuk Matthaeus. Semasa
aktif bermain, ia pernah terlibat di dalamnya dengan membela panji
Nerazzurri.

"Aku adalah Interista sejati. Aku selalu dipenuhi
emosi kapan pun melihat Inter bermain," akunya di ESPN
Star.

Pelatih timnas Bulgaria itu pun kemudian bicara mengenai
derby Milan musim ini, yang bukan tak mungkin bisa berpengaruh besar
ke gelar juara Seri A.

"Siapa yang akan menang? Tentu saja
Inter. Aku bicara bukan sebagai seorang fans, tetapi sebagai seorang
pelatih."

"Kebangkitan mereka saat ini adalah sebuah keuntungan
besar. Performa bagus mereka juga mengatrol kepercayaan diri sekaligus
bikin lawan takut," paparnya.

Matthaeus juga mewanti-wanti agar
Inter tak lantas over pede saat melawan Milan, kendati ia juga tetap
yakin pada akhirnya titel Scudetto akan jadi milik La
Beneamata.

"Terlalu percaya diri itu berbahaya. Tapi saya pikir
Inter akan tetap menang dan meraih Scudetto," lugasnya.
(dtc/krs)

Source:Kompas.com