Monday, May 2, 2011

Atletico Ingin Pagari De Gea

Madrid - Kabar sukanya Manchester United terhadap David De Gea
dihadapi Atletico Madrid dengan tindakan. Atletico langsung memagari
sang kiper dengan berniat memberinya perpanjangan kontrak.

De
Gea, 20 tahun, adalah salah satu nama yang disebut-sebut bakal menjadi
pengganti Edwin Van der Sar, yang pada akhir musim ini memutuskan
untuk pensiun. Selain De Gea, nama lain yang diincar Sir Alex Ferguson
adalah Manuel Neuer.

Namun, kabar yang bereda menyebutkan bahwa
Neuer lebih tertarik untuk tetap tinggal di Jerman dan bergabung
dengan Bayern Munich. Neuer sendiri mengakui bahwa United saat ini
bukanlah tujuan untuknya.

Sudah Neuer tampak menjauh, De Gea
pun ingin diproteksi pula oleh Atletico. "De Gea adalah pemain yang
luar biasa dan masih punya dua tahun lagi di dalam kontraknya. Kami
sudah membuat tawaran baru," ujar Presiden Klub Enrique Cerezo seperti
dilansir Sky Sports.

Namun, Cerezo juga tak mau memaksa andai
sang kiper tak mau menandatangani kontraknya. Ia menyebut, pembicaraan
lebih lanjut akan dilakukan pada akhir musim.

"Namun, ini bukan
tergantung kepada kami. Kami akan berbicara kepadanya di akhir musim
dan lihat apa yang terjadi selanjutnya."
(dtc/roz)

Source:Kompas.com

'Milan Idiot Jika Membiarkan Scudetto Lepas'

Milan - AC Milan tinggal berjarak satu poin dari Scudetto. Maka akan
bodoh jika Rossoneri pada akhirnya membiarkan gelar itu
melayang.

Kemenangan 1-0 atas Bologna, Minggu (1/5/2011) malam
WIB, di giornata 35 membawa Milan tinggal selangkah lagi untuk
memastikan gelar juara Seri A musim ini.

Cukup dengan satu
poin, untuk membuat poin Milan menjadi 78--poin maksimal Inter Milan
sang pengejar terdekat yang sudah kalah head to head--dari tiga laga
sisa maka predikat Raja Seri A akan disandang Rossoneri.

Meski
begitu, tetap saja ada kemungkinan gelar bisa menguap jika dari ketiga
laga tersebut Milan tidak kuasa meraup satu poin pun. Maka gelandang
senior Milan Massimo Ambrosini pun memberikan peringatan kepada
timnya.

"Kami akan jadi idiot jika membiarkan Scudetto ini
nanti lepas dari genggaman kami," seru Ambrosini di Football
Italia.

"Hari ini kami sudah membuat langkah penting dan
sekarang harus tetap berkonsentrasi. Kami hanya harus menunggu dan
mengambil kesempatan yang ada," tegasnya.

Di tiga laga sisa,
Milan berturut-turut akan dijamu AS Roma, kedatangan Cagliari dan
terakhir melawat ke markas Udinese di Friuli.
(dtc/krs)

Source:Kompas.com

Sunday, May 1, 2011

Espanyol Tambah Kontrak Pochettino

Barcelona - Espanyol puas dengan kinerja yang ditunjukkan oleh pelatih
Mauricio Pochettino. Klub berjuluk Los Periquitos itu pun menambah
kontrak kerja entrenador asal Argentina tersebut hingga
2014.

September tahun lalu Pochettino menandatangani kontrak
bersama Espanyol yang berdurasi hingga 30 Juni 2012. Tidak sampai satu
tahun setelahnya, pelatih berusia 39 tahun tersebut kembali
menandatangani kontrak baru yang membuat masa tugasnya bersama
Espanyol menjadi bertambah lama.

"RCD Espanyol dan Mauricio
Pochettino telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang kontrak
pelatih hingga 30 Juni 2014. Beberapa bulan yang lalu, klub dan
Pochettino memutuskan untuk memperpanjang kontrak hingga 2012.
Kesepakatan itu telah diperkuat lewat kontrak baru ini," demikian
keterangan klub yang bermarkas di Estadi Cornella-El Prat tersebut
melalui situs resminya.

Pengumuman tersebut disampaikan
Espanyol pada hari Minggu (1/5/2011) waktu setemapt. Bersama
Pochettino, klub yang berbasis di Barcelona itu juga memperpanjang
kontrak direktur olahraga Ramon Planes dengan durasi yang sama.


Keputusan Espanyol ini didasari oleh rasa puas mereka terhadap
kinerja mantan pemain timnas Argentina itu, yang berhasil
mengembangkan tim dengan materi pemain muda.

"RCD Espanyol
sangat bangga dengan kinerja pelatih terkait pemain muda yang diambil
dari tim Espanyol dari level yang lebih rendah. Kesepakatan ini adalah
hasil rasa puas klub terhadap hal tersebut."

"Pochettino
bergabung ketika Espanyol tengah bertarung menghindari degradasi.
Secara khusus dia telah memberikan ide bagi klub untuk berubah menjadi
modern, serbaguna, dan multipurpose. Dia telah melakukannya."


"Sejak dia bergabung, tim telah menjadi sangat reguler dan dia
telah berani menggunakan pemain muda. Itu sebabnya klub selalu yakin
bahwa konsolidasi dari proyek ini akan membawa klub terus berkembang
secara konstan kepada hasil dari tim utama."

Saat masih aktif
bermain, Pochettino pernah membela Espanyol tahun 2004 hingga 2006.
Kemudian setelah pensiun, ia menukangi Los Periquitos pada Januari
2009. Saat ini Ivan de La Pena dkk berada di papan tengah klasemen
sementara La Liga 2010/2011

Salah satu hal yang patut dicatat
dari Pochettino adalah ketika dia "menyingkirkan" ikon tim Raul Tamudo
di musim 2009/2010, setelah sebelumnya dia terlibat perselisihan
dengan striker asal Spanyol tersebut. Tamudo sendiri saat ini
memperkuat Real Sociedad.
(dtc/nar)

Source:Kompas.com

Wenger: MU Bisa Mendapat Penalti

London - Manchester United sempat meminta penalti ketika Michael Owen
terlibat kontak dengan Gael Clichy, namun itu tak digubris wasit. Soal
ini, manajer Arsenal Arsene Wenger menilai bahwa kejadian itu bisa
dikenai penalti.

Masalah penalti menjadi salah satu topik
pembicaraan pasca pertandingan Arsenal kontra Manchester United tadi
malam. Pertandingan ini dimenangi oleh tim Gudang Peluru dengan skor
1-0.

Masing-masing tim mengklaim seharusnya mendapatkan
penalti, di mana wasit sama sekali tidak menunjuk titik putih di laga
ini. Untuk Arsenal, mereka menyoroti handsball yang dilakukan Nemanja
Vidic. Striker Robin Van Persie bahkan menilai bek MU tersebut pantas
menerima kartu merah langsung.

"Ya, itu handsball. Saya pikir
wasit tak melihatnya. Dalam kasus seperti ini, kami sial musim ini,
karena kami 17 kali dihukum penalti," ujar manajer Arsenal Arsene
Wenger di situs resmi klub.

Sementara itu manajer Manchester
United Sir Alex Ferguson menilai timnya pantas mendapat hadiah
tendangan 12 pas ketika terjadi kontak antara Gael Clichy dengan
Michael Owen, yang menyebabkan pemain depan The Red Devils itu jatuh
di kotak terlarang.

Hal senada juga diungkapkan kiper Edwin
Van der Sar. "Saya sudah melihat lagi tayangannya di televisi, dan itu
jelas penalti. Mungkin wasit tak melihatnya, namun hakim garis juga
bisa melibatkan diri. Saya tidak yakin mengapa hakim garis tidak
mengangkat bendera," ujar kiper MU itu di situs resmi klub.


Wenger ternyata tak membantah klaim dari sang lawan. "Kejadian
itu bisa berbuah penalti, meski sejauh ini kejadiannya agak kurang
jelas dibandingkan dengan apa yang dilakukan Vidic," tuntas manajer
asal Prancis tersebut.


Foto: Kejadian ketika Michael Owen
jatuh di kotak penalti usai kontak dengan Gael Clichy dalam laga
Arsenal vs Manchester United (1/5/2011) di Stadion Emirates, London
(Reuters)
(dtc/nar)

Source:Kompas.com

Jelang Real Sociedad vs Barcelona - Sociedad Siap Bermain Seperti Real Madrid

Sebastian - Real Sociedad masih belum aman dari zona degradasi. Itu
artinya poin penuh harus mereka raih di laga tersisa musim ini.
Menghadapi Barcelona akhir pekan ini, Sociedad pun siap bermain
seperti Real Madrid.

Sociedad saat ini memang berada di papan
tengah klasemen sementara dengan poin 38. Meksi begitu posisi klub
berjuluk Txuri-urdin itu hanya terpaut tiga angka saja dari zona
merah. Itu sebabnya tim besutan Martin Lasarte harus menuai poin penuh
di sisa pertandingan yang ada.

Akhir pekan ini Sociedad
kedatangan Barcelona. Tuan rumah berusaha memanfaatkan konsentrasi tim
tamu yang juga masih harus tampil di semifinal leg II Liga Champions
pada tengah pekan mendatang.

"Bila ada waktu yang bagus untuk
menghadapi Barca, itu adalah saat ini. Saya yakin dengan bantuan fans,
kami bisa mendapatkan sesuatu," ujar pemain Sociedad Antoine Griezmann
seperti dikutip dari Fox Sports.

Demi meraih poin penuh,
Griezmann mengatakan timnya harus bermain seperti Real Madrid. "Kami
harus bermain dengan serangan balik, seperti halnya Real Madrid. Kami
juga harus tampil tanpa rasa takut, kuat di pertahanan, dan mengkreasi
kesempatan ketika menguasai bola," tuntas winger asal Prancis itu.


Sejarah menunjukkan laga di Stadion Atoxa yang kini sudah
bernama Anoeta selalu berlangsung sulit bagi Barcelona. "Dalam 63
pertandingan antara Real Sociedad dan Barcelona di wilayah Basque itu,
Barca hanya menang 17 kali, kalah 24 kali, dan 22 laga berakhir
imbang. Real Sociedad mencetak 89 gol dan Barca 85," demikian
keterangan yang tertulis di situs resmi Barca.
(dtc/nar)

Source:Kompas.com

Sevilla Menang Tipis Atas Villarreal

Sevilla - Sevilla meraih kemenangan tipis ketika berhadapan Villarreal
di kandang sendiri. Meski didominasi tim tamu, Sevilla akhirnya mampu
meraih kemenangan 3-2.

Laga di Ramon Sanchez Pizjuan ini, Senin
(25/4/2011) dinihari WIB, sebenarnya lebih condong ke arah Villarreal
jika melihat catatan statistik. Tim tamu memenangi penguasaan bola
dengan perbandingan 52:48 dan melepaskan lebih banyak
tembakan.

Villarreal menorehkan 19 tembakan (7 on target)
sepanjang pertandingan. Jumlah tersebut melebihi catatan Sevilla yang
hanya 9 tembakan (3 on taerget).

Kendati demikian, Sevilla
lebih dulu unggul di menit sembilan ketika sepakan kaki kanan Ivan
Rakitic mengarah tepat ke pojok atas gawang Villarreal. Alvaro Negredo
kemudian memperbesar keunggulan menjadi 2-0 di menit 14lewat sebuah
sepakan yang memanfaatkan umpan terobosan Diego
Perotti.

Villarreal sempat mempertipis ketertinggalan menjadi
1-2 di menit 56. Gol tim berjuluk ' Si Kapal Selam Kuning' ini
diciptakan oleh Carlos Marchena usai memanfaatkan umpan dari Jose
Manuel Catala.

Tapi, Sevilla langsung menjauh lagi enam menit
setelah gol Marchena. Kali ini, sundulan Negerdo dilanjutkan Ndri
Romaric dengan sebuah tendangan kaki kiri terarah. Diego Lopez pun
kembali memungut bola dari dalam gawangnya.

Giuseppe Rossi
akhirnya hanya mampu membuat kedudukan menjadi tipis 2-3 di menit 73.
Sampai akhir pertandingan, skor untuk kemenangan Sevilla tersewbut
tetap tak berubah,

Akibat kekalahan ini, posisi Villarreal
tetap belum eranjak dari urutan empat klasemen dengan nilai 57.
Sedangkan Sevilla memperbaiki posisi dengan naik ke posisi enam dengan
koleksi nilai 49.
(dtc/roz)

Source:Kompas.com

Van Persie: Vidic Seharusnya Mendapat Kartu Merah

London - Robin Van Persie mengeluhkan keputusan wasit yang tidak
memberikan penalti kepada Arsenal saat Nemanja Vidic menyentuh bola
dengan tangan di kotak penalti. Van Persie bahkan menilai Vidic
seharusnya mendapat kartu merah.

Peristiwa itu terjadi saat
laga Arsenal kontra Manchester United di Emirates, Minggu (1/5/2011)
malam WIB, memasuki menit ke-31. Walcott mengirim umpan silang ke
kotak penalti MU. Bola dihalau Nemanja Vidic keluar. Dari tayang
ulang, si kulit bundar terlihat mengenai tangan bek "Setan Merah" itu.


"Seharusnya itu penalti dan kartu merah langsung," seru Van
Persie seperti dilansir dari Sportinglife. Pemain asal Belanda itu
sendiri berada di dekat Vidic saat kejadian tersebut.

Saat
turun minum, Van Persie terlihat sempat mendekati wasit dan berbicara
kepada sang pengadil. RVP kemudian menceritakan apa pembicaraan dia
dengan si pemimpin pertandingan.

"Pada awalnya wasit tak
menjawab apa-apa karena dia sendiri tidak yakin. Namun selanjutnya
saya bertanya lagi kepada wasit setelah turun minum dan wasit tetap
berkata itu bukan penalti. Namun saya yakin bila dia melihat lagi
tayangan ulang-nya, maka dia akan sependapat dengan saya."

Van
Persie sendiri mengatakan bahwa kemenangan Arsenal ini karena tim
Gudang Peluru memang bermain lebih baik. "Kami menginginkan lebih.
Sementara MU hanya mengandalkan serangan balik, jadi saya pikir hasil
ini merupakan hasil yang adil," jelas pria yang pernah berseragam
Feyenoord itu.

"Kemenangan ini terkait dengan kebanggaan. Fans
kami luar biasa. Untuk menunjukkan martabat dan kehormatan, itu semua
bergantung pada kami sendiri. Kami sangat puas karena kami bisa
melakukannya," ujar penghuni timnas Belanda tersebut.

Foto: Robin van Persie dan Nemanja Vidic tengah berebut
bola dalam laga Arsenal kontra Manchester United, Minggu (1/5/2011)
(Reuters)
(dtc/nar)

Source:Kompas.com