Sunday, May 1, 2011

Van Persie: Vidic Seharusnya Mendapat Kartu Merah

London - Robin Van Persie mengeluhkan keputusan wasit yang tidak
memberikan penalti kepada Arsenal saat Nemanja Vidic menyentuh bola
dengan tangan di kotak penalti. Van Persie bahkan menilai Vidic
seharusnya mendapat kartu merah.

Peristiwa itu terjadi saat
laga Arsenal kontra Manchester United di Emirates, Minggu (1/5/2011)
malam WIB, memasuki menit ke-31. Walcott mengirim umpan silang ke
kotak penalti MU. Bola dihalau Nemanja Vidic keluar. Dari tayang
ulang, si kulit bundar terlihat mengenai tangan bek "Setan Merah" itu.


"Seharusnya itu penalti dan kartu merah langsung," seru Van
Persie seperti dilansir dari Sportinglife. Pemain asal Belanda itu
sendiri berada di dekat Vidic saat kejadian tersebut.

Saat
turun minum, Van Persie terlihat sempat mendekati wasit dan berbicara
kepada sang pengadil. RVP kemudian menceritakan apa pembicaraan dia
dengan si pemimpin pertandingan.

"Pada awalnya wasit tak
menjawab apa-apa karena dia sendiri tidak yakin. Namun selanjutnya
saya bertanya lagi kepada wasit setelah turun minum dan wasit tetap
berkata itu bukan penalti. Namun saya yakin bila dia melihat lagi
tayangan ulang-nya, maka dia akan sependapat dengan saya."

Van
Persie sendiri mengatakan bahwa kemenangan Arsenal ini karena tim
Gudang Peluru memang bermain lebih baik. "Kami menginginkan lebih.
Sementara MU hanya mengandalkan serangan balik, jadi saya pikir hasil
ini merupakan hasil yang adil," jelas pria yang pernah berseragam
Feyenoord itu.

"Kemenangan ini terkait dengan kebanggaan. Fans
kami luar biasa. Untuk menunjukkan martabat dan kehormatan, itu semua
bergantung pada kami sendiri. Kami sangat puas karena kami bisa
melakukannya," ujar penghuni timnas Belanda tersebut.

Foto: Robin van Persie dan Nemanja Vidic tengah berebut
bola dalam laga Arsenal kontra Manchester United, Minggu (1/5/2011)
(Reuters)
(dtc/nar)

Source:Kompas.com

Ronaldo Diparkir Mourinho Akhir Pekan ini

Madrid - Top skorer Real Madrid musim ini, Cristiano Ronaldo, akan
diparkir pelatih Jose Mourinho untuk pertandingan Real Madrid di Liga
Spanyol akhir pekan ini, bersama Xabi Alonso dan Lassana
Diarra.

Kebijakan itu diambil Mourinho untuk menyimpan tenaga
mereka demi misi sangat berat di leg kedua semifinal Liga Champions
pekan depan, setelah El Real kalah 0-2 dari Barcelona di kandang
sendiri dua hari lalu.

Selain tiga nama di atas, gelandang
Jerman Sami Khedira dan midfielder Argentina Fernando Gago juga takkan
main melawan Real Sociedad di Santiago bernabeu, Sabtu (30/4/2011),
karena masih cedera.

Ronaldo, yang sejauh ini sudah
menghasilkan 42 gol untuk Los Blancos di semua kompetisi, sempat
sedikit mengeluhkan taktik bertahan timnya saat menghadapi Barcelona
di semifinal pertama Liga Champions.

"Aku tidak suka, tapi aku
harus beradaptasi dengan itu karena aku memang harus begitu," tuturnya
seusai pertandingan.

Menanggapi reaksi seperti itu, Mourinho
terkesan tidak terlalu memusingkan ucapan anak buahnya itu. "Dia boleh
mengatakan apa saja yang dia mau. Itu 'kan pendapat dia. Aku tidak ada
masalah dengan itu," tukas Mourinho dalam jumpa pers hari ini, Jumat
(29/4), yang dimuat dalam situs resmi Madrid.

Madrid masih
tertinggal delapan poin dari Barca dalam perebutan gelar La Liga,
sedangkan kompetisi tersisa lima pekan lagi. Jika tak terbendung lagi,
Barca akan mencatat hat-trick juara domestik.
(dtc/a2s)

Source:Kompas.com

Messi Terus Torehkan Rekor

Barcelona - Rekor baru kembali ditorehkan oleh megabintang Barcelona,
Lionel Messi. Satu golnya ke gawang Osasuna membuat striker Argentina
itu menjadi pemain pertama di Spanyol yang mencetak 50 gol dalam
semusim.

Dikutip dari AFP, Messi sudah menyamai rekor 49 gol
dalam semusim milik legenda Real Madrid, Ferenc Puskas, pada akhir
pekan lalu. Saat itu, Messi mencetak satu gol dalam laga el clasico di
Santiago Bernabeu yang berakhir 1-1.

Dengan satu golnya ke
gawang Osasuna pada Minggu (24/4/2011) dinihari WIB tadi, maka koleksi
gol Messi pada musim ini menjadi 50 buah. Rinciannya adalah 31 gol di
Liga Spanyol, sembilan gol di Liga Champions, tujuh gol di Copa del
Rey, dan tiga gol di Piala Super Spanyol.

Peluang pemain 23
tahun ini untuk mempertajam rekornya tentu masih terbuka lebar. Saat
ini, Barca masih menyisakan lima pertandingan di Liga Spanyol. Di Liga
Champions, Barca setidaknya masih punya dua laga kontra Real Madrid
pada babak semifinal.

Messi juga berpeluang besar menjadi top
skor di Liga Spanyol dan Liga Champions. Saat ini, dia memimpin daftar
pencetak gol terbanyak di dua kompetisi tersebut.
(dtc/mfi)

Source:Kompas.com

'Semoga El Clasico Tak Pengaruhi Kekompakan Skuad Matador'

Madrid - Duel dua musuh bebuyutan di Spanyol, Real Madrid dan
Barcelona, akan berlangsung lima kali di musim ini. Hebatnya
perseteruan El Clasico diharapkan tidak berdampak buruk pada tim
nasional Spanyol.

Adalah pelatih timnas Vicente del Bosque yang
berharap demikian, melihat dari intensitas dan rivalitas sangat tinggi
dari para pemain lokal dari kedua kesebelasan saat bertempur di
lapangan membela klub masing-masing.

Sejauh musim ini
pertarungan Madrid-Barca sudah terjadi tiga kali, dan masih akan
digelar dua kali lagi yakni di semifinal Liga Champions. Tensi
pertandingan selalu panas dan tak jarang sampai muncul percekcokan
antarpemain.

Menurut harian Marca, Del Bosque berharap dan
yakin bahwa intensitas dan tensi dalam El Clasico di musim ini "tidak
berlebihan dan mempengaruhi hubungan pemain-pemain yang masuk di dalam
tim nasional".

Pelatih yang membawa Spanyol menjuarai Piala
Dunia 2010 itu juga memiliki pandangan yang positif untuk gelaran lima
kali El Clasico di musim ini. Ia menyebutnya sebagai sebuah
"kemewahan" tersendiri, dan fans sepakbola sangat beruntung karena
kedua tim tersebut adalah yang terbaik di Eropa, tidak sekadar dari
sejarahnya, tapi juga performanya saat ini.

Del Bosque,
walaupun pernah meraih kesuksesan saat melatih Real Madrid, juga
memilih tidak memihak. Setidaknya, sejauh ini mereka sudah "berbagi"
gelar domestik -- Barca kemungkinan besar juara La Liga, Madrid telah
memenangi Copa del Rey.

Sekarang mereka tinggal bersaing untuk
memperebutkan tiket ke final Liga Champions, yang mana itu saja sudah
menjadi "iklan" terbaik untuk persepakbolaan Spanyol.
(dtc/a2s)

Source:Kompas.com

Carrick: United Belum Memenangi Apa-apa

Manchester - Manchester United baru di ambang menjadi juara, dan belum
ada yang ditentukan sama sekali. Apakah United bisa dinilai hebat? Itu
baru bisa disebut ketika mereka benar-benar menjadi juara
nanti.

Pendapat tersebut dilontarkan oleh gelandang 'Setan
Merah', Michael Carrick, menanggapi pertanyaan, sehebat apakah skuad
penghuni Old Trafford itu sekarang? United kini tengahn berada di dua
ambang titel juara; Premier League dan Liga Champions. Namun, jalan
untuk mencapainya tak bisa dibilang mudah.

Di Premier League,
mereka masih harus melewati dua laga yang relatif berat melawan
Arsenal dan Chelsea. Sementara di Liga Champions, mereka masih harus
menghadapi Schalke terlebih dahulu dan, kalau akhirnya lolos ke final,
mereka masih harus menghadapi Barcelona atau Real Madrid.

"Kami
belum memenangi apa-apa, dan Anda tahu bahwa kehebatan di sini dinilai
dari apa yang Anda menangi. Jadi, masih sulit menilai sehebat apa tim
ini untuk saat ini," ujar Carrick kepada Daily Mirror.

Tapi
benarkah Carrick benar-benar merendah bahwa tim United saat ini belum
layak dibilang hebat? Ia kemudian memberi contoh pertandingan melawan
Schalke beberapa waktu lalu--di mana The Red Devils menang 2-0 dengan
dominan di kandang lawan.

"Anda harus memenangi trofi-trofi dan
terus menang untuk tetap dipandang sebagai tim hebat. Tapi, jika Anda
melihat pertandingan Eropa kami melawan Schalke, itu adalah salah satu
permainan terbaik kami sejak waktu yang sangat lama."

"Ketika
Anda mempertimbangkan situasi itu, faktanya itu adalah pertandingan
semifinal dan normalnya selalu berjalan ketat, dan dengan segala
respek itu menunjukkan betapa berkualitasnya skuad Manchester United
saat ini."

"Namun, jelas bahwa kami masih harus menunggu sampai
akhir musim sebelum kita membandingkan skuad ini dengan skuad-skuad
Manchester United sebelumnya," tukas dia.
(dtc/roz)

Source:Kompas.com

Napoli Bagai Dikutuk

Napoli - Napoli memiliki begitu banyak peluang ketika meladeni Genoa.
Ketika gol yang dinanti-nanti tidak kunjung lahir, gelandang I
Partenopei, Marek Hamsik, merasa kubunya seperti
dikutuk.

Mendominasi Genoa nyaris sepanjang pertandingan yang
digelar di Stadion San Paolo, Minggu (1/5/2011) dinihari WIB, Napoli
baru bisa mencetak gol di menit 83 lewat sepakan Hamsik.

"Ini
adalah kemenangan yang fundamental buat kami. Setelah sekian lama
tidak mencetak gol, saya tadi merasa kalau kami seperti dikutuk,"
cetus Hamsik usai laga di Football Italia.

"Bolanya seperti
tidak mau masuk gawang. Tapi kami beruntung karena pada akhrinya kami
berhasil memecahkan kebuntuan," tambah gelandang asal Slovakia
tersebut.

Kemenangan ini memang tidak terlalu membantu ambisi
Napoli untuk merebut scudetto karena jarak mereka sudah terlalu jauh
dari AC Milan. Tetapi, kemenangan ini punya arti krusial untuk
mengamankan posisi tiga besar.

"Tiga poin ini membuat kami
lebih dekat ke (zona) Liga Champions. Tapi kami tidak boleh lengah
karena masih ada tiga pertandingan yang harus dimainkan dengan
intensitas tinggi," demikian Hamsik.
(dtc/arp)

Source:Kompas.com

'Semoga El Clasico Tak Pengaruhi Kekompakan Skuad Matador'

Madrid - Duel dua musuh bebuyutan di Spanyol, Real Madrid dan
Barcelona, akan berlangsung lima kali di musim ini. Hebatnya
perseteruan El Clasico diharapkan tidak berdampak buruk pada tim
nasional Spanyol.

Adalah pelatih timnas Vicente del Bosque yang
berharap demikian, melihat dari intensitas dan rivalitas sangat tinggi
dari para pemain lokal dari kedua kesebelasan saat bertempur di
lapangan membela klub masing-masing.

Sejauh musim ini
pertarungan Madrid-Barca sudah terjadi tiga kali, dan masih akan
digelar dua kali lagi yakni di semifinal Liga Champions. Tensi
pertandingan selalu panas dan tak jarang sampai muncul percekcokan
antarpemain.

Menurut harian Marca, Del Bosque berharap dan
yakin bahwa intensitas dan tensi dalam El Clasico di musim ini "tidak
berlebihan dan mempengaruhi hubungan pemain-pemain yang masuk di dalam
tim nasional".

Pelatih yang membawa Spanyol menjuarai Piala
Dunia 2010 itu juga memiliki pandangan yang positif untuk gelaran lima
kali El Clasico di musim ini. Ia menyebutnya sebagai sebuah
"kemewahan" tersendiri, dan fans sepakbola sangat beruntung karena
kedua tim tersebut adalah yang terbaik di Eropa, tidak sekadar dari
sejarahnya, tapi juga performanya saat ini.

Del Bosque,
walaupun pernah meraih kesuksesan saat melatih Real Madrid, juga
memilih tidak memihak. Setidaknya, sejauh ini mereka sudah "berbagi"
gelar domestik -- Barca kemungkinan besar juara La Liga, Madrid telah
memenangi Copa del Rey.

Sekarang mereka tinggal bersaing untuk
memperebutkan tiket ke final Liga Champions, yang mana itu saja sudah
menjadi "iklan" terbaik untuk persepakbolaan Spanyol.
(dtc/a2s)

Source:Kompas.com